Keberadaan LAKPESDAM merupakan upaya implementasi gagasan kembali ke Khittah yang di amanahkan pada mukatamar ke 27 di Situbondo. Di awali dengan perbincangan tentang pentingnya membuat konsep Pengembangan SDM NU (PSDM NU).

Pada Muktamar NU ke 27 1984 di Situbondo gagasan kembali pada Khittah mendapat penegasaanya. Ketua PBNU terpilih KH. Abdurahman Wahid (Gus Dur) langsung menyiapkan tim untuk merumuskan konsep pengembangan sumberdaya manusia. Saat itu ada empat alasan mengapa konsep PSDM itu penting. Petama; kualaitas SDM rata-rata penduduk Indonesia masih rendah dan perlu ditingkatkan. Kedua; perlu dilakukan peningkatkan dan perluasan peran serta NU dalam upaya pengembangan SDM sebagai salah satu khidmahnya. Ketiga; peran serta NU dalam upaya PSDM perlu didasarkan atas suatu konsepsi dan dituangkan dalam program operasional yang jelas. Keempat; peningkatan kualitas SDM menempati keuddukan yang strategis dalam peningkatan kualitas masyarakat.

LAKPESDAM PCNU (Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama) Kota Tasikmalaya salah satu Departemen/lembaga di bawah naungan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Tasikmalaya Jawa Barat dibentuk pada tanggal 26 Januari 1990, sebagai salah satu aktualisasi diri dan agen transformator untuk melakukan pengkajian, pembelaan, penguatan rakyat pada komunitas masyarakat yang bervariasi pemahaman keagamaan, wawasan sosial, wawasan kenegaraan dan wawasan politik.

LAKPESDAM PCNU Kota Tasikmalaya ingin membangun dirinya melalui partisipasi aktif masyarakat dengan memperkuat segala kemampuan dan pemahaman yang dimiliki, yakni berangkat dari pemahaman bahwa: masyarakat berhak untuk mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengaktualisasikan diri agar dapat berfikir untuk kemaslahatan ummat secara menyeluruh. Untuk merealisasikan usaha-usaha penguatan rakyat, diaplikasikan dalam bentuk program-program organisasi yang telah digariskan melalui schedule dan materi silabi yang secara garis besar berupa pendayagunaan warga untuk melakukan partisipasi aktif dalam bentuk-bentuk: pertama, di pendidikan formal maupun non formal, kursus maupun pendidikan di lingkungan keluarga. Kedua, dibidang pengembangan organisasi melalui sistem pendidikan dan latihan seperti latihan kepemimpinan, motivator dan latihan mengelola organisasi lainya.

Ketiga, Jenis-jenis kegiatan LAKPESDAM PCNU Kota Tasikmalaya yang berkaitan dengan sektor-sektor tertentu seperti sektor agama, sektor budaya dan politik, ekonomi dan industri, pertanian dan kehutanan, kependudukan dan lingkungan hidup serta jasa kemasyarakatan lainnya. Jenis kegiatan LAKPESDAM PCNU Kota Tasikmalaya dilakukan melalui sistem diklat kursus maupun sistem pendidikan formal (sekolah). Keempat, Pengembangan Sumber Daya Manusia yang berkaitan dengan profesi, keahlian dan spesialisasi tertentu bisa dilakukan melalui diklat ataupun pendidikan formal (sekolah) khususnya bagi pekerja sosial (community organizer) di tingkat lokal.