NUTasik Online – Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) PCNU Kota Tasikmalaya gelar Rapat Kerja, Sabtu (4/12).

Acara itu dihadiri oleh Program Manager LAKPESDAM PBNU, Ufi Ulfiah, pengurus LAKPESDAM Cabang, kader RBM dan kader FBTI.

Ketua LAKPESDAM NU, Andi Ibnu Hadi mengatakan Rapat Kerja ini dilakukan untuk mempersiapkan Program di tahun 2020.

“Kita tahu bahwa selama ini LAKPESDAM konsen dalam membangun Sumber Daya Manusia dilingkungan NU, bahkan sejak 2016 LAKPESDAM turut berkontribusi membentuk berbagai forum warga yang konsen dalam isu pendampingan difabel, dan kelompok Religious Ethnic Minority (REM) di Tasikmalaya”, katanya.

Andi melanjutkan, saat ini LAKPESDAM telah membentuk 34 RBM di Kota Tasikmalaya.

“Mereka dibentuk dari mulai tingkat kelurahan, kecamatan, sampai dengan tingkat Kota. Lebih dari itu, LAKPESDAM membentuk komunitas lintas paham keagamaan untuk bersama sama kampanye Islam Washatiyah serta membangun gerakan lintas paham keagamaan di kota Tasikmalaya”, lanjut mantan ketua Cabang PMII tahun 2001 ini.

Selain itu kata Andi, LAKPESDAM juga mempunyai konsep Pengarusutamaan Media bagi warga Nahdliyin, hal itu untuk memperkuat dakwah serta menghadirkan narasi baru tentang keislaman yang hari ini di dominasi oleh kelompok radikalis.

“Tahun 2020, LAKPESDAM akan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang bisa memperkuat literasi digital bagi kalangan pondok pesantren melalui Pelatihan Penggerak Media Pondok Pesantren di berbagai Kecamatan”, katanya.

Sementara itu, Ufi Ulfiah menyampaikan apresiasinya atas kerja kerja LAKPESDAM NU di Tasikmalaya.

“Kami LAKPESDAM PBNU tidak berbuat banyak, yang berbuat banyak adalah LAKPESDAM di berbagai cabang, saya sangat mengapresiasi model pengorganisasian dan penguatan SDM yang dilakukan oleh Tasikmalaya, karena dari berbagai daerah memang memiliki konsep yang berbeda beda”, katanya.

Ufi memfasilitasi Kader dan pengurus LAKPESDAM untuk merefleksikan berbagai upaya yang telah di lakukan di Tasikmalaya dalam memperkuat SDM.

“Jika di tahun 2015 kita menyusun Program berangkat dari basis masalah, kali ini kita akan berangkat dari Modalitas yang kita miliki, kemudian akan kita konversi menjadi model gerakan yang baru”, lanjutnya.

Dari Rapat Kerja ini, LAKPESDAM berhasil menemukenali apa saja modalitas yang dimiliki, mulai dari SDM, Jaringan Pemda, Komunitas warga, Jaringan Media, dan lain sebagainya.

Rencananya, setelah Rapat kerja ini, Pengurus Harian akan melaksanakan Pleno dan menyusun skala prioritas Program di tahun 2020. (Redaksi)