Category: Tokoh

Ajengan Abdurrohim, Tokoh Pendiri Pesantren di Banjar

Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, salah satu pesantren yang masyhur bukan hanya di wilayah Kota Banjar, Jawa Barat saja, namun juga dikenal di pelosok tanah air karena kiprah pengasuh, pendiri serta alumninya di berbagai daerah di Indonesia. Di balik kesuksesan pesantren terbesar di Kota Banjar ini, kisah proses berdirinya pesantren ini, mulai dari kisah nyata hingga yang berbau mistis dan pada masa penjajahan Belanda, tidak terlepas dari cerita yang sering disampaikan para pengasuh kepada santrinya. KH Munawir Abdurrohim, anak pertama KH Abdurrohim atau Ajengan Abdurrohim, pendiri Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar mengatakan, awal berdirinya Ponpes yang dikenal pesantren...

Read More

Kisah Masa Muda Ajengan Ilyas dan Kongres IPNU

Mengikuti Kongres Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) adalah sebuah kebanggan bagi setiap kadernya. Cerita yang terukir dari forum tertinggi IPNU tersebut akan melekat bagi para kader IPNU, termasuk KH Ilyas Ruhiat, Rais Aam PBNU 1994-1999 Kiai Ilyas merupakan pendiri dan ketua IPNU Tasikmalaya pertama. Keterlibatannya di IPNU tak lepas dari perintah sang ayah, Ajengan Ruhiat, yang ketika itu menjabat sebagai Rais Syuriyah Partai NU Tasikmalaya.Kiai Ilyas yang dikenal ajengan santun ini merintis IPNU Tasikmalaya tahun 1954. Bahkan menurut Ketua Umum PP IPNU Asep Irfan Mujahid, pada sambutannya ketika pelantikan PC IPNU Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2017, menyatakan IPNU Tasikmalaya di...

Read More

Perempuan Asal Sunda Ini yang Pertama Kali Berpidato di Muktamar NU

Pada tahun 1946 ibu-ibu di kalangan Nahdlatul Ulama yang didorong para kiai mendirikan organisasi, Muslimat. Nyai Djuaesih adalah ketuanya pada periode 1950-1952. Meski menjadi sosok perintis Muslimat NU, ia tak begitu menonjol sebagai organisator. Dia lebih populer sebagai mubalighah dalam kepengurusan Muslimat NU Jawa Barat. Meski demikian, ia memiliki reputasi yang tak dimiliki banyak perempuan NU karena dialah perempuan pertama yang naik ke mimbar resmi organisasi NU, tepatnya dalam forum persidangan Muktamar ke13 NU di Menes, Banten tahun 1938. Disusul kemudian Nyai Siti Syarah, tokoh perempuan NU dari Menes.  Berikut ini laporan Berita Nahdlatoel Oelama No 6 tahun ke-10 edisi...

Read More

Makam KH Abdurrohim dan Bedug Jimat KH Marzuqi di Citangkolo

Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat terpilih sebagai lokasi perhelatan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2019 yang berlangsung pada 27 Februari-1 Maret 2019. Pesantren yang didirikan oleh Kiai Marzuqi pada 1911 ini menyimpan banyak cerita sejarah. Dalam catatan Ahmad Iftah Sidik (2019) ditegaskan bahwa Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar didirikan oleh Kiai Marzuqi, salah satu anggota keluarga Pesantren Sumolangu Kebumen, Jawa Tengah. Sebagaimana Sumolangu, darah pejuang juga mengalir dalam diri keluarga Pesantren Citangkolo ini. Mereka dulu rata-rata tergabung dalam AOI (Angkatan Oemat Islam), barisan pejuang kiai dan santri yang didirikan oleh...

Read More

KH. Zainal Musthafa Sukamanah (1901-1944)

Dilahirkan di Bageur, Desa Cimerah Kecamatan/ Kewedanaan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya (sekarang Desa Sukarapih Kecamatan Sukarame Kabupaten Tasikmalaya) dengan nama Umri yang berubah menjadi Hudaeni ketika memasuki usia remaja. Lahir pada tahun 1901 dari pasangan Nawapi dan Ratmah, keluarga petani yang taat beragama. Riwayat pendidikan beliau tempuh di Sekolah Rakyat (SR) dan dilanjutkan dengan menempuh pendidikan pesantren atas biaya dari Hj.Siti Juariyah, seorang janda kaya yang juga pernah membiayai kakak sepupunya, bernama Dimyati. Pesantren pertama yang beliau masuki adalah Pesantren Gunung Pari yang terletak di Desa Sukarame dibawah asuhan Kiai Fakhrudin dan Kiai Dimyati yang sebenarnya juga kakak sepupunya sendiri....

Read More
  • 1
  • 2