Month: March 2019

Ketum PBNU: NU Selalu Moderat dari Dulu, Sekarang, dan Sampai Kapanpun

Jelang memasuki umur satu abad, NU sebagai organisasi Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, mempunyai visi dan misi yang sangat prinsip yang tidak akan pernah berubah dari dulu, sekarang, dan sampai kapanpun. Prinsip tersebut adalah prinsip Islam yang moderat, toleran, dan selalu memperkuat tiga ukhuwah (persaudaraan) yakni ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa dan setanah air), dan puncaknya yakni ukhuwah insaniyah (persaudaraan sesama umat manusia). “(Prinsip ini) tidak akan bergeser dari prinsip itu siapapun Rais ‘Aam nya, siapapun ketua umumnya,” tegas Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat berbicara pada Acara Opsi di Metro TV, Senin (25/3). Ukhuwah ini menurut Kiai Said juga sangat penting...

Read More

Warga Selandia Baru Bentuk Rantai Manusia Lindungi Jemaah Salat Jumat

Ribuan warga Selandia Baru yang sebagian besar non-Muslim membentuk ‘rantai manusia’ (human chain) di masjid-masjid pada saat berlangsungnya shalat Jumat. Aksi ini merupakan simbol untuk melindungi kaum Muslim pasca terjadinya penembakan di Christchurch yang menewaskan tidak kurang dari 50 orang hari Jumat satu pekan yang lalu. Aksi ini tidak hanya dilakukan di Christchurch di berbagai wilayah Selandia Baru. Dalam aksi ‘rantai manusia’ tersebut, warga berdiri sejajar dan saling mengaitkan lengan atau berpegangan tangan di luar masjid-masjid untuk melindungi para jamaah yang sedang shalat di dalam masjid. Media lokal Selandia Baru, sebagaimana dikutip detik.com, Jumat (22/3/2019), aksi ‘rantai manusia’ dilakukan...

Read More

Antara “Billahi Taufiq” dan “Wallahul Muwafiq”, siapakah kreatornya?

Oleh: Ust. Dafid Fuadi – Tim Peneliti Aswaja NU Center PWNU Jatim bidang Pemikiran Islam. Pada umumnya umat Islam mengakhiri ceramah atau surat-menyurat keagamaan dengan kalimat Billahit taufiq wal-hidayah atau Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamith Thariq yang diucapkan atau ditulis sebelum salam penutup. Tetapi mereka tidak mengetahui siapa pencipta ke dua kalimat tersebut. Pencipta kedua kalimat itu adalah K.H. Ahmad Abdul Hamid yang lebih dikenal dengan nama K.H. Achmad Abdul Hamid Kendal, beliau adalah salah satu ulama kharismatik di Jawa Tengah, sebagai pengasuh Ponpes Al-Hidayah Kendal Kota dan Imam Masjid Besar Kendal. Karena peran dan ketokohan beliau, masyarakat Kendal menyebut...

Read More

Ajengan Abdurrohim, Tokoh Pendiri Pesantren di Banjar

Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, salah satu pesantren yang masyhur bukan hanya di wilayah Kota Banjar, Jawa Barat saja, namun juga dikenal di pelosok tanah air karena kiprah pengasuh, pendiri serta alumninya di berbagai daerah di Indonesia. Di balik kesuksesan pesantren terbesar di Kota Banjar ini, kisah proses berdirinya pesantren ini, mulai dari kisah nyata hingga yang berbau mistis dan pada masa penjajahan Belanda, tidak terlepas dari cerita yang sering disampaikan para pengasuh kepada santrinya. KH Munawir Abdurrohim, anak pertama KH Abdurrohim atau Ajengan Abdurrohim, pendiri Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar mengatakan, awal berdirinya Ponpes yang dikenal pesantren...

Read More

Kisah Masa Muda Ajengan Ilyas dan Kongres IPNU

Mengikuti Kongres Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) adalah sebuah kebanggan bagi setiap kadernya. Cerita yang terukir dari forum tertinggi IPNU tersebut akan melekat bagi para kader IPNU, termasuk KH Ilyas Ruhiat, Rais Aam PBNU 1994-1999 Kiai Ilyas merupakan pendiri dan ketua IPNU Tasikmalaya pertama. Keterlibatannya di IPNU tak lepas dari perintah sang ayah, Ajengan Ruhiat, yang ketika itu menjabat sebagai Rais Syuriyah Partai NU Tasikmalaya.Kiai Ilyas yang dikenal ajengan santun ini merintis IPNU Tasikmalaya tahun 1954. Bahkan menurut Ketua Umum PP IPNU Asep Irfan Mujahid, pada sambutannya ketika pelantikan PC IPNU Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2017, menyatakan IPNU Tasikmalaya di...

Read More